RSU KOTA BANJAR(22/9/2022), Bertempat di Aula Lantai IIII sebanyak 131 karyawan RSU Kota Banjar, ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Pencegahan dan penanggulangan kebakaran , yang di selenggarakan oleh BLUD RSU Kota Banjar. Seluruh karyawan yang ditugaskan Direktur RSU Kota Banjar dr. Agus Budiana Ekaputra dengan nomor 8001/8967/RSU-BJR/2022 tersebut tampak antusias mengikuti pelatihan  dari jam 08.00 s.d 14.00 WIB.

Pelatihan Pencegahan dan penanggulangan kebakaran  ini secara khusus mengundang UPTD Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, hadir pada kesempatan itu Kepala UPTD Damkar Aam Amijaya, AMK beserta tim Damkar Kota Banjar untuk memberikan materi serta melatih para peserta agar dapat mengatasi bilamana terjadi kebakaran di lingkungan RSU Kota Banjar. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi yakni sesi pemberian materi yang bertempat di aula dan praktek lapangan dengan mengambil tempat lapangan parkir Bawah.

Dalam sambutannya Direktur RSU Kota Banjar memerintahkan supaya seluruh karyawan yang sudah ditugaskan untuk mengikuti pelatihan, dapat mengikutinya dengan baik sampai tuntas, dan dari pelatihan ini diharapkan dapat sigap dan paham  bilamana terjadi bencana kebakaran di lingkungan RSU Kota Banjar. Dikarenakan Rumah Sakit ini adalah fasilitas kesehatan, dimana didalamnya terdapat banyak Pasien, Dokumen, Obat-obatan, alat kesehatan dan lainnya yang  perlu dievakuasi jadi penting sekali bagi peserta  dan seluruh petugas RSU untuk memahaminya.

Selepas sambutan Direktur, acara dilanjutkan dengan pemberian materi awal yang langsung disampaikan oleh kepala UPTD Damkar Aam Amijaya, AMK yang memaparkan materi tentang Manajemen Proteksi Kebakaran Dalam Bangunan Gedung.  Pada materi ini dibahas tuntas tentang regulasi, sistem proteksi, rencana tindakan darurat kebakaran, dsb, diakhir penyampaian materi Aam menyarankan agar RSU Kota Banjar dapat memenuhi serta melakukan  pemeliharaan rutin terhadap sistem proteksi dan APAR, memperbaharui jalur evakuasi bila ada perubahan bangunan, mempersiapkan SDM yang siaga bilamana Code RED diaktifkan. Materi lainnya disampaikan juga oleh Roni Supriadi, SIP dan Iwan Wiguna yang secara  baik memaparkan teknis kebakaran dan evakuasi kebakaran yang penting untuk dipahami oleh seluruh karyawan RSU. 

Ada beberapa faktor penyebab kebakaran diantaranya adalah faktor alam, hewan dan manusia, dimana dari bencana tersebut mengakibatkan banyak kerugian baik jiwa, harta, dokumen dll. ada beberapa alat pemadam api  tradisional yang diapat digunakan  seperti air, pasir karung goni basah yang dapat digunakan alternatif bila tidak tersedia APR atau APAR sedang tidak bisa digunakan. tetapi untuk sekelas Rumah Sakit sangat disarankan untuk menyediakan APAR yang siap untuk digunakan. 

Pada sesi praktek, pelatih secara langsung memperagakan teknik pemadaman api dengan menggunakan alat tradisional berupa karung goni basah serta APAR modern. ada beberapa point yang harus diperhatikan pada saat memadamkan api yaitu petugas harus tetap tenang atau tidak panik, memperhatikan arah angin melalukan koordinasi dan mengaktifkan code red sesegera mungkin.

Diakhir pelatihan disimulasikan juga teknik evkuasi apabila Code Red diaktifkan,  diharapkan melalui simulasi ini, petugas paham tugas masing-masing seperti siapa yang harus memadamkan api, siapa yang petugas yang mengevakuasi pasien, evakuasi dokumen, dan evakuasi alat kesehatan. (DD)

Desain oleh Dede Arif Banjar
(Visited 60 times, 1 visits today)