Dalam upaya meningkatkan pelayanan dalam bidang kesehatan terutama pasien-pasien dengan Tuberculosis Resistensi Obat (TB RO), RSUD Kota Banjar bagian KSM Paru menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan bagi pasien-pasien TB RO yang bertempat di Aula RSUD Kota Banjar.

Sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Jum’at 05 Agustus 2022 tersebut, menghadirkan narasumber Kepala KSM Paru dr. Dilla Laswantina, Sp.P, dalam pemaparannya dr. Dilla menyampaikan perlunya penanganan khusus bagi pasien-pasien dengan TB RO dari mulai pasien masuk sampai pasien pulang, dikarenakan pasien dengan TB RO berotensi untuk menularkan kepada orang lain. 

Tuberculosis Retensi Obat itu sendiri merupakan infeksi Tuberkulosis yang menyerang tubuh yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang kebal obat akibat dari pengobatan yang tidak benar. Bakteri TB menular melalui udara saat berbicara, bersin maupun batuk, dimana gejala pasien dengan TB RO Gejala TB RO sama dengan gejala Tuberkulosis biasa, namun kuman penyebabnya sudah kebal obat.

Seseorang bisa dikatakan TB RO jika Pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis biasa yang tidak tuntas atau gagal serta  Tertular dari pasien TB RO secara langsung.

untuk menentukan diganosa tersebut harus  diperiksa dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) serta dilalukan uji kepekaan obat.

Selanjutnya tepat hari Sabtu tanggal 06 Agustus 2022, bertempat di Poliklinik RSUD Kota Banjar, digelar pula simulasi penanganan pasien dengan indikasi Tuberculosis, hal ini dilaksanakan agar pasien dengan TB RO mendapatkan pelayanan khusus dan lebih cepat dilayani agar dapat mengurangi resiko pmenularkan kepada orang lain.

Dalam simulasi tersebut seluruh pasien yang datang ke Poliklinik akan di skrining melalui pertanyaan oleh petugas, jika memang ditemukan pasien dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu serta terdapat rujukan yang diarahkan ke Klinik Paru, maka petugas skrining akat memberikan stiker berbentuk lingkaran berwarna Orange. Stiker tersebut berfungsi untuk dapat mudah dikenali oleh petugas dan pasien TB RO tersebut mendapatkan pelayanan lebih cepat dari pasien lainnya.

(Visited 68 times, 1 visits today)