Telp : 0265-741032 | SMS/W.A PENGADUAN: 08112111146 |PONEK 24 JAM : Tlp 0265-7482204 | Fax : 0265-744730 | Email : [email protected]

PENGUMUMAN
Mohon Maaf ada perubahan terkait jadwal Buka Poliklinik berhubung situasi Wabah pandemi Covid-19. Dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, mohon TUNDA ke Klinik RSU Kota Banjar, jika pasien tidak dalam keadaan kedaruratan medis

  • Jadwal dokter berganti setiap bulannya
  • Jadwal dokter dapat berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan.
  • Hari Minggu dan Hari Libur Nasional tutup

Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan

 

Catatan:

  • Hari Minggu dan Hari Libur Nasional tutup

Dokter Spesialis Bedah

Jumlah Pasien dibatasi hanya 15 Orang setiap harinya

Catatan

  • Jadwal Dokter bergantian setiap minggunya
  • Jadwal dokter dapat berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan.

Dokter Spesialis Saraf

 

Catatan:

  • Jadwal dokter dapat berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan.

Dokter Spesialis Jiwa/Psiakiater

Terhitung tanggal 10 Juni 2020, Klinik Rehabilitasi Mediks dan Fisiotherapi buka 5 Hari Kerja dari Senin sd. Jumat. Pasien Wajib pakai Masker, Cuci tangan dan Jaga jarak dengan orang lain

Keterangan

  • Jadwal dokter dapat berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan.
  • Hari Minggu dan Hari Libur Nasional tutup

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik

 

Dokter Spesialis Bedah Saraf

Dokter Spesialis Kulit & Kelamin

 

Dokter Spesialis Paru

Dokter Spesialis Akupuntur

 

Dokter Spesialis Penyakit Mulut

 
 
 

Dokter Spesialis Mata

Dokter Spesialis Dalam

MOHON MAAF UNTUK JUMLAH PASIEN YANG DAPAT DIPERIKSA DI KLINIK JANTUNG HANYA 30 ORANG 

Mohon Maaf Untuk Pemeriksaan Treadmil saat ini alat sedang dalam perbaikan, untuk menentukan jadwal, silakan menghubungi petugas Klinik Jantung

Mengenal Dokter Spesialis Jantung

 
 
 

INFORMASI

Dikarenakan Dokter Rini Febrianti, Sp.THT-KL (Spesialis THT) belum pulih kesehatannya, maka untuk jumlah pasien yang bisa dilayani sementara ini hanya 20 orang setiap hari prakteknya.  Mohon maklum adanya, semoga beliau diberikan kesehatan secepatnya oleh Allah SWT, Aamiin..

Dokter Spesialis THT-KL

 
 

Mengenal Dokter Spesialis Anak

 
 

Mengenal Klinik VCT

VCT adalah voluntary counselling and testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. VCT bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit maupun klinik penyedia layanan VCT.

HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan global yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang. Adanya VCT sangat berperan dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Tahapan dan Proses dalam VCT

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah meluncurkan panduan VCT yang berguna dalam mendeteksi dan menangani HIV secara global. Pedoman tersebut kemudian diterapkan di berbagai negara, khususnya negara berkembang.

Pada prinsipnya VCT bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya hanya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan seseorang yang datang pada penyedia layanan VCT untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pun terjaga kerahasiaannya.

Setelah menandatangani persetujuan tertulis, maka VCT dapat segera dilakukan. Adapun proses utama dalam penanganan HIV/AIDS melalui VCT adalah sebagai berikut:

  • Tahap Konseling Pra Tes
    Tahap ini dilakukan pemberian informasi tentang HIV dan AIDS. Kemudian konselor memulai diskusi dan klien diharapkan jujur menceritakan kegiatan sebelumnya yang dicurigai dapat berisiko terpapar virus HIV, seperti pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, riwayat aktivitas seksual, penggunaan narkoba suntik, pernah menerima transfusi darah atau transplantasi organ, memiliki tato dan riwayat penyakit terdahulu.
  • Tes HIV
    Setelah klien mendapatkan informasi yang jelas melalui konseling pra tes, maka konselor akan menjelaskan mengenai pemeriksaan yang bisa dilakukan, dan meminta persetujuan klien untuk dilakukan tes HIV. Setelah mendapat persetujuan tertulis, maka tes dapat dilakukan. Bila hasil tes sudah tersedia, hasil tes akan diberikan secara langsung (tatap muka) oleh konselor.
  • Tahapan Konseling Pasca Tes
    Setelah menerima hasil tes, maka klien akan menjalani tahapan post konseling. Apabila hasil tes negatif, konselor tetap akan memberi pemahaman mengenai pentingnya menekan risiko HIV/AIDS. Misalnya, melakukan hubungan seksual dengan lebih aman dan menggunakan kondom. Namun, apabila hasil tes positif, maka konselor akan memberikan dukungan emosional agar penderita tidak patah semangat. Konselor juga akan memberikan informasi tentang langkah berikutnya yang dapat diambil, seperti penanganan dan pengobatan yang perlu dijalani. Termasuk pula cara mempertahankan pola hidup sehat, serta bagaimana agar tidak menularkan ke orang lain.

Pada tahapan-tahapan berikutnya, peran konselor adalah untuk lebih mendukung dan membangun mental penderita agar tetap semangat hidup, dan juga membantu perawatan medis yang umum dilakukan. Selain itu, konselor juga akan memberi saran agar klien mendorong pasangan seksual untuk turut diperiksa.

Manfaat Melakukan VCT

Infeksi HIV/AIDS harus diwaspadai, karena infeksi HIV tidak memiliki gejala awal yang jelas, sehingga tanpa pengetahuan yang cukup penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari. Oleh karena itu, VCT perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk segera mendapat informasi mengenai HIV, juga agar penderita HIV bisa dilakukan deteksi sedini mungkin dan mendapat pertolongan kesehatan yang dibutuhkan. Hal ini sangat membantu sebagai langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Kendati belum terdapat pengobatan yang dapat mengentaskan HIV/AIDS secara tuntas, namun sebaiknya tidak berkecil hati karena sudah tersedia pengobatan antiretroviral (ARV) yang digunakan untuk menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh penderita, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan daya tahan tubuh penderita infeksi HIV agar dapat beraktivitas seperti biasa.

Mayoritas orang yang mengalami HIV/AIDS adalah anak-anak muda. Dengan berbagai penyebab utama, seperti perilaku seksual berisiko yakni sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom sebagai pengaman, melakukan tindik/tato, atau menggunakan narkoba melalui jarum suntik.

Bagi semua kalangan, terutama mulai sejak masa remaja, perlu diadakan pendidikan dan pemahaman HIV/AIDS agar terhindar dari aktivitas yang memicu penyakit tersebut. Tidak perlu takut untuk menjalani VCT, langkah ini justru dapat membantu meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Juga dapat membantu untuk semakin mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Terakhir diperbarui: 30 September 2017
Ditinjau oleh: dr. Allert Benedicto Ieuan Noya
Sumber : https://www.alodokter.com/pentingnya-vct-sebagai-langkah-penanganan-hiv

TARIF

Tarif Paket Test Kesehatan

PaketJenis PelayananTarifKeterangan
Paket Test KesehatanRetribusi/Pendaftaran20.000
Laboratorium307.000Meliputi pemeriksaan : HB, Lekosit, Hematokrit, Thrombosit, Golongan darah ABO, SGOT, SGPT, Ureum, Kreatinin, Glukosa ad random
Rontgen60.000Thorax Foto
Screening Narkoba290.000Meliputi test Cocain, Benzodiazepine, Morfin, Methamphetamin, Tetrahydocanabinol, Amphetamin
EKG50.000Hanya Untuk Pasien diatas usia 40 th, serta pasien dengan indikasi medis
Jumlah727.000

Belum termasuk test Kejiwaan (MMPI)

Jenis PelayananTarif
Pemeriksaan MMPI250.000
Visum Repertum Psychiatricum700.000

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan ini diharapkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan bisa dideteksi sejak dini. Tes ini sekaligus berguna untuk merencanakan metode penanganan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang.

Saat medical check up, pasien akan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan menyeluruh, berupa konsultasi mengenai keluhan yang sedang dirasakan, pencatatan dan pemeriksaan berkaitan dengan riwayat kesehatan, pemeriksaan tanda vital tubuh dan kondisi fisik secara umum.

Berikut kondisi-kondisi yang memerlukan medical check up:

  • Pemeriksaan Rutin. MCU sebaiknya dilakukan secara berkala minimal setahun sekali oleh semua orang tanpa terkecuali, baik anak-anak maupun orang tua, wanita maupun pria, sehat maupun sakit.
  • Pemantauan Penyakit. Pada orang yang sudah terdiagnosis suatu penyakit, maka MCU perlu dilakukan untuk memantau perjalanan penyakitnya, apakah sudah ada perbaikan atau justru mengalami perburukan.
  • Rencana Menikah. Medical check up juga perlu dilakukan apabila ada pasangan yang ingin merencanakan pernikahan, disebut dengan pre-marital check up. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui ada tidaknya kelainan yang dapat mengganggu perkembangan janin saat kehamilan nanti. Sebagai contoh, adanya infeksi toxoplasma pada wanita yang akan menikah, sebaiknya diobati dahulu sampai benar-benar sembuh sebelum merencanakan kehamilan. jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk pasangan yang akan menikah tentu berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan pada saat medical chek up biasa.
  • Syarat kerja dan Sekolah. Selain itu MCU juga menjadi salah satu syarat untuk mendaftar lowongan pekerjaan atau mendaftar ujian sekolah.

Alur Pasien Rawat Jalan Klik Disini

TARIF RAWAT JALAN

JENIS PELAYANANTARIF (Rp)Keterangan
Klinik Spesialis20.000
Klinik Pegawai /Keterangan Sehat20.000
Klinik Khsusus/Klinik VIP50.000
Klinik Gigi15.000
Konsul Antar Dokter15.000
Pelayanan Haemodialisa750.000
Konsul Antar Dokter15.000

JAM BUKA PENDAFTARAN PASIEN POLIKLINIK: 

Senin s.d Kamis Jam 07.00 s.d 12.00 WIB

Jum”at & Sabtu Jam 7.00 s.d 10.30 WIB

 
(Visited 2.757 times, 11 visits today)
Top