Neurofisiologi adalah bagian ilmu fisiologi, yang mempelajari studi fungsi sistem saraf. Ilmu ini berkaitan erat dengan neurobiologi, psikologi,neurologi, neurofisiologi klinik, elektrofisiologi, etologi, aktivitas saraf tinggi, neuroanatomi, ilmu kognitif, dan ilmu otak lainnya.

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Di RSU Kota Banjar sendiri saat ini baru ada dua pemeriksaan Penunjang yang mendukung ke pemeriksaan Neurosfisiologi yaitu EEG ,EMG,NCS

Elektro Encephalo Graphy (EEG)

Electroencephalography (EEG) adalah suatu alat yang mempelajari gambar dari rekaman aktivitas listrik di otak, termasuk teknik perekaman EEG dan interpretasinya. Pemeriksaan EEG adalah tes yang mendeteksi aktivitas listrik di otak, dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang dilekatkan pada kulit kepala. Perlu diketahui bahwa sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Aktivitas ini kemudian ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG.

Pemeriksaan EEG adalah salah satu tes diagnostik utama untuk epilepsi. Pemeriksaan ini juga dapat berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya. Mendapatkan rekaman EEG yang baik dan benar adalah salah satu dari tujuan utama dari pemeriksaan EEG, selain interpretasi yang benar.

EEG adalah alat untuk menunjang tegaknya diagnosis, selama dapat memperoleh rekaman yang baik dan benar. Rekaman yang tidak baik justru akan menyesatkan tegaknya diagnosis. Oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan, “Bad EEG is worse than no EEG at all”.

Pemeriksaan EEG dapat menentukan perubahan aktivitas otak yang mungkin berguna dalam mendiagnosis gangguan otak, terutama epilepsi atau gangguan kejang lainnya. EEG mungkin juga bermanfaat untuk mendiagnosis atau mengobati gangguan berikut:

  • Tumor otak.
  • Kerusakan otak akibat cedera kepala.
  • Disfungsi otak yang dapat memiliki berbagai penyebab (ensefalopati).
  • Peradangan otak (ensefalitis).
  • Trauma pada kepala.
  • Gangguan tidur.

Selain itu, pemeriksaan EEG juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kematian otak pada seseorang yang koma persisten. Pemeriksaan EEG berkelanjutan digunakan untuk membantu menemukan tingkat anestesi yang tepat untuk seseorang yang koma dan diinduksi secara medis.

Pemeriksaan EEG terbagi atas 3 tahap, sebelum, selama, dan sesudah tes.

1. Sebelum Tes

Sebelum melakukan pemeriksaan EEG, hal yang perlu dilakukan adalah memberitahu dokter tentang obat apa saja, baik resep maupun yang dijual bebas, serta suplemen yang mungkin selama ini dikonsumsi. Sehari sebelum pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan untuk mencuci rambut. Namun, jangan gunakan produk kondisioner atau produk penataan rambut lainnya sesudahnya.

2. Selama Tes

Selama pemeriksaan berlangsung, kamu akan diminta untuk berbaring di meja atau tempat tidur yang telah disediakan, kemudian seorang teknisi akan menempatkan sekitar 20 sensor kecil di kulit kepala. Sensor-sensor ini, yang disebut elektroda, akan mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron dan mengirimkannya ke mesin, dan akan muncul sebagai serangkaian garis yang direkam pada kertas bergerak atau ditampilkan di layar komputer.

Awalnya, kamu akan diminta untuk relaks dengan mata terbuka, kemudian tertutup. Teknisi mungkin meminta kamu untuk bernapas dalam dan cepat atau menatap cahaya yang berkedip-kedip, karena keduanya dapat mengubah pola gelombang otak. Kamu biasanya dapat memiliki EEG di malam hari saat tidur. Jika fungsi tubuh lainnya, seperti pernapasan dan denyut nadi, juga direkam, tes ini disebut polisomnografi.

3. Setelah Tes

Teknisi akan melepas elektroda dan membasuh lem yang menahannya. Kamu dapat menggunakan penghapus cat kuku kecil di rumah untuk menghilangkan sisa-sisa lengket. Kecuali jika secara aktif mengalami kejang atau dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan, kamu biasanya sudah dibolehkan pulang.

meriksaan EEG biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai adanya gangguan otak, atau ketika seseorang mengalami gejala-gejala penyakit yang berhubungan dengan gangguan otak.

Pemeriksaan ini bisa berlangsung selama 15-60 menit, sehingga ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalani tes agar hasil dapat maksimal dan akurat. Informasi selengkapnya mengenai pemeriksaan electroencephalography, bisa dibawa di bawah ini!

Persiapan Pemeriksaan Electroencephalography

Umumnya, EEG adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit epilepsi. Pada pemeriksaan ini, alat yang digunakan akan merekam aktivitas sel-sel otak dan menunjukkannya sebagai garis bergelombang. Sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan saat sedang tidur.

Selain mendiagnosis epilepsi, pemeriksaan ini juga sering dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain, seperti tumor otak, kerusakan otak karena cedera kepala, disfungsi otak, peradangan otak, serta gangguan tidur.

Baca juga: Ketahui Penjelasan Tentang Electroencephalography (EEG)

Pemeriksaan EEG juga bisa digunakan untuk mengonfirmasi kematian otak pada seseorang yang koma persisten. EEG berkelanjutan digunakan untuk membantu menemukan tingkat anestesi yang tepat diberikan pada orang yang tengah koma. Lantas, apa saja persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani tes electroencephalography?

  • Hindari Kafein

Sebelumnya menjalani pemeriksaan ini, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, coklat, dan soda. Pasalnya, asupan kafein pada tubuh sebelum pemeriksaan EEG bisa memengaruhi hasil yang dikeluarkan. Kafein bisa memengaruhi stimulasi perubahan gelombang EEG.

  • Cuci Rambut

Oleh karena alat pendeteksi akan direkatkan pada kulit kepala, pastikan untuk mencuci rambut pada malam atau satu hari sebelum pemeriksaan dilakukan. Namun, hindari menggunakan produk selain sampo, seperti kondisioner, krim rambut, semprotan, ataupun gel penataan. Produk-produk tersebut bisa mempersulit proses penempelan elektroda pada kulit kepala.

  • Kontrol Kadar Gula

Sebelum melakukan pemeriksaan EEG, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang mengandung gula tambahan berlebih. Hal itu bertujuan untuk mengontrol kadar gula dalam darah tetap seimbang.

Pasalnya, gangguan pada kadar gula darah ternyata bisa menyebabkan perubahan pada pola gelombang otak, artinya juga akan memengaruhi hasil pemeriksaan.

Baca juga: Ini Prosedur Melakukan Pemeriksaan Electroencephalography

  • Minum Obat

Kamu tetap bisa mengonsumsi obat rutin seperti biasanya, kecuali diperintahkan dokter. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan menyarankan hal yang berbeda agar pemeriksaan EEG berjalan lancar.

  • Atur Waktu Tidur

Pada beberapa kondisi, seseorang mungkin akan diharuskan untuk tidur selama tes EEG berlangsung. Jika itu yang dibutuhkan, kamu mungkin harus mengatur waktu tidur sebelum melakukan pemeriksaan. Bisa jadi, kamu akan diminta untuk tidur lebih sedikit atau menghindari tidur sebelum pemeriksaan dilakukan.

Setelah menjalani pemeriksaan dan perekaman aktivitas otak dinyatakan selesai, biasanya kamu sudah diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Setelah pemeriksaan, teknisi akan melepaskan elektroda dan penutupnya dari kulit kepala. Pemeriksaan ini seharusnya tidak memberi efek samping tertentu, jika tidak disertai obat penenang.

Jika kamu menggunakan obat penenang, mungkin obat membutuhkan waktu untuk mulai hilang. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pastikan untuk meminta bantuan seseorang untuk mengantar pulang setelah menjalani tes. Hindari melakukan aktivitas berat dan jangan mengemudi selama sisa hari.

EMG

Electromyography/electromyogram atau elektromiografi (EMG) adalah tes untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengontrolnya (neuron motorik). Tes ini dapat membantu mendeteksi adanya gangguan pada saraf, otot, atau masalah dengan sinyal yang dikirimkan saraf ke otot.

 

Sebagai informasi, neuron motorik mengirimkan sinyal listrik ke otot yang menyebabkan otot berkontraksi atau bereaksi dengan cara tertentu. Pada tes EMG, sinyal listrik dan respon otot terhadap rangsangan saraf inilah yang kemudian diukur untuk membantu menemukan masalah pada saraf dan otot.

Melalui tes tersebut, perangkat kecil yang disebut elektroda digunakan untuk menerjemahkan sinyal listrik ini menjadi grafik, suara, atau nilai numerik yang kemudian dapat diinterpretasikan oleh tim medis. Umumnya, prosedur ini dilakukan oleh physiatrist (dokter rehabilitasi medis) atau dokter spesialis neurologi (ahli saraf) yang telah dilatih khusus.

Fungsi EMG

Fungsi pemeriksaan elektromiogram (EMG) adalah untuk membantu diagnosis berbagai gangguan otot dan sistem saraf. Tes ini dapat memberitahu apakah otot Anda merespons dengan cara yang benar terhadap sinyal saraf.

Biasanya, elektromiogram dilakukan bersamaan dengan studi atau tes konduksi saraf (nerve conduction study/NCV). Tes NCV mengukur seberapa cepat dan seberapa baik sinyal listrik tubuh mengalir melalui saraf sebelum mencapai otot Anda. Dengan kedua tes tersebut, dokter dapat mengetahui apakah gejala yang Anda alami disebabkan oleh kelainan otot atau masalah saraf.

Adapun beberapa kondisi atau penyakit yang dapat didiagnosis melalui tes EMG ini adalah:

  • Kelainan otot, seperti distrofi otot (muscular dystrophy) atau polymyositis.
  • Penyakit yang memengaruhi hubungan antara saraf dan otot, seperti myasthenia gravis.
  • Gangguan saraf di luar sumsum tulang belakang (saraf tepi), seperti carpal tunnel syndrome atau neuropati perifer.
  • Gangguan yang memengaruhi neuron motorik di otak atau sumsum tulang belakang, seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau polio.
  • Gangguan yang memengaruhi akar saraf, seperti herniasi diskus di tulang belakang.

Gejala-gejala yang memerlukan pemeriksaan EMG

Beberapa penyakit tersebut biasanya dapat terdeteksi berdasarkan tanda-tanda atau gejala terkait otot dan saraf yang Anda alami. Adapun beberapa gejala atau kondisi yang biasanya direkomendasikan dokter untuk melakukan pemeriksaan elektromiografi adalah:

  • Mati rasa atau kesemutan di lengan, tangan, tungkai, kaki, dan/atau wajah.
  • Kelemahan otot.
  • Kram otot, kedutan, atau nyeri otot.
  • Kelumpuhan di bagian otot manapun.
  • Sensasi seperti terbakar.
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, memakai baju, atau memegang benda

Umumnya, dokter dan tim medis akan memberitahu Anda apa saja yang harus dilakukan sebelum prosedur tes ini dijalankan. Namun, secara umum, beberapa persiapan sebelum pemeriksaan EMG adalah:

  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan, termasuk herbal dan suplemen, yang sedang Anda konsumsi.
  • Dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut sementara waktu sebelum prosedur dijalankan.
  • Informasikan pula pada dokter bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti menggunakan alat pacu jantung atau perangkat medis lainnya, atau menderita hemofilia (kelainan pembekuan darah).
  • Anda tidak perlu berpuasa sebelum prosedur dijalankan.
  • Tidak merokok serta tidak mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman soda, selama 2-3 jam sebelum prosedur tes dilakukan.
  • Mandi sebelum tes dilakukan untuk menghilangkan minyak di kulit Anda.
  • Jangan gunakan losion atau krim kulit pada hari saat prosedur dilakukan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas, sehingga memungkinkan dokter untuk menjangkau area yang akan dites dengan mudah.

Sebelum tes dijalankan, dokter mungkin akan memberi Anda obat penenang atau penghilang rasa sakit yang bisa memberikan efek samping tertentu. Jika memang demikian, sebaiknya Anda meminta seseorang untuk menenami Anda selama tes dan mengantar Anda pulang setelahnya

EMG adalah pemeriksaan yang umum dilakukan dengan rawat jalan atau sebagai bagian dari masa rawat inap Anda di rumah sakit. Langkah-langkah prosedur tes dapat bervariasi, tergantung masalah kesehatan yang Anda miliki dan praktik dari dokter.

Namun, elektromiografi biasanya dilakukan setelah melakukan tes konduksi saraf. Adapun langkah-langkah prosedur yang umum dilakukan selama pemeriksaan elektromiogram adalah:

  1. Anda akan diminta melepaskan pakaian, perhiasan, jepit rambut, kacamata, alat bantu dengar, atau benda logam lainnya yang Anda kenakan. Benda-benda ini dapat mengganggu jalannya pemeriksaan.
  2. Anda akan diminta untuk melepas pakaian dan menggantinya dengan pakaian atau jubah khusus selama prosedur berjalan.
  3. Anda akan diminta untuk duduk atau berbaring di tempat yang telah disediakan.
  4. Kemudian, dokter ahli saraf akan mencari area otot yang mengalami gejala dan akan diperiksa.
  5. Area kulit di sekitar otot tersebut akan dibersihkan terlebih dahulu dengan cairan antiseptik.
  6. Kemudian, dokter akan memasukkan jarum halus yang steril ke area otot tersebut dan elektroda atau pelat logam akan dipasang di bawahnya, seperti di bawah lengan atau bawah kaki.
  7. Dokter akan memberi instruksi untuk rileks dan kemudian melakukan kontraksi otot. Ia pun mungkin akan meminta Anda mengubah posisi selama pemeriksaan, tergantung pada otot dan saraf yang diperiksa.
  8. Aktivitas listrik dari otot Anda akan diukur dan ditampilkan di monitor. Selama pemeriksaan ini, dokter akan menilai apakah ada aktivitas listrik spontan saat otot sedang rileks dan tingkat aktivitas listrik saat otot berkontraksi.
  9. Audio amplifier juga mungkin akan digunakan di monitor sehingga suara dari aktivitas listrik yang diperiksa akan terdengar. Suaranya mungkin akan terdengar seperti hujan es di atap seng saat otot Anda berkontraksi.

Perlu diketahui pula, dilansir dari Mayo Clinic, selama tes berlangsung, elektroda yang terpasang terkadang akan mengalirkan arus listrik kecil yang mungkin menimbulkan sedikit nyeri atau terasa seperti sentakan. Rasa yang tidak nyaman ini bisa saja terjadi dan biasanya akan berakhir setelah jarum dicabut.

Meski demikian, sebaiknya Anda memberitahu dokter bila rasa nyeri tersebut cukup mengganggu. Dokter mungkin bisa memberi Anda waktu untuk beristirahat sejenak dari tes tersebut. Pasalnya, cara kerja dan prosedur EMG yang menyakitkan dapat mengganggu hasil tes.

Pemeriksaan elektromiografi biasanya berlangsung selama 30-90 menit, tergantung pada kondisi masing-masing pasien dan temuan dokter selama prosedur berlangsung. Setelah prosedur selesai, elektroda dan jarum akan dilepas dari area otot yang diperiksa.

Seusai prosedur berlangsung, Anda mungkin akan merasakan sedikit nyeri dan memar di area jarum dan elektroda dipasang. Namun jangan khawatir, nyeri dan memar ini biasanya hanya sementara dan akan hilang dalam beberapa hari. Dokter pun mungkin akan memberi Anda obat penghilang rasa sakit dan kompres air hangat di sekitar area tersebut untuk membantu mengatasinya.

Meski demikian, Anda sebaiknya kembali ke dokter jika rasa nyeri tersebut terus berlanjut, terjadi bengkak dan terasa lembut, serta timbul nanah di bekas area jarum dimasukkan. Dokter akan memberikan Anda instruksi tambahan untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Elektromiografi (EMG) adalah prosedur tes berisiko rendah dan jarang menimbulkan komplikasi. Anda mungkin hanya merasakan nyeri otot dan memar sementara di lokasi tempat jarum elektroda dipasang, saat dan sesudah prosedur berlangsung.

Meski demikian, risiko dan efek samping dari pemeriksaan EMG tetap ada. Perdarahan, infeksi, dan cedera saraf mungkin saja terjadi di tempat jarum elektroda dimasukkan. Namun, risiko ini sangatlah kecil dan bisa tidak terjadi pada Anda.

Pada kasus yang jarang, elektromiografi yang dilakukan pada otot di sepanjang dinding dada bisa menyebabkan kebocoran udara ke area antara paru-paru dan dinding dada. Kebocoran udara ini bisa menyebabkan paru-paru kolaps (pneumotoraks), meski risikonya sangatlah kecil.

Selain efek samping yang umum di atas, risiko lain juga bisa terjadi pada pasien dengan kondisi medis tertentu. Misalnya, tes elektromiogram bisa mengganggu fungsi alat pacu jantung dan implan kardioverter defibrilator (ICD) yang digunakan oleh pasien.

Oleh karena itu, penting untuk memberitahu dokter bila Anda menggunakan perangkat medis ini sebelum prosedur dijalankan. Dokter akan menilai apakah elektromiogram merupakan prosedur tes terbaik untuk Anda.

Risiko lain mungkin muncul berdasarkan masalah kesehatan spesifik yang Anda miliki. Pastikan untuk membicarakan masalah atau kondisi medis apapun yang Anda miliki dengan dokter sebelum pemeriksaan EMG ini dilakukan

Tarif

Tarif Pemeriksaan ELEKTROMEDIK

KATEGORI PEMERIKSAANJENIS PEMERIKSAANNAMA PEMERIKSAANTARIF (RP)KETERANGAN
ELEKTROMEDIKKecilEKG100.000
ELEKTROMEDIKSedangEEG (Electroencephalography)225.000
ELEKTROMEDIKSedangNCS (Nerves Conduction Study)225.000
ELEKTROMEDIKSedangEvoked Potential225.000
ELEKTROMEDIKBesarTCD (Trans Cranial Doppler)450.000
ELEKTROMEDIKBesarNeedle EMG (Electromyography)450.000
ELEKTROMEDIKBesarNCS + Needle EMG450.000
ELEKTROMEDIKBesarEEG + Brain Mapping450.000
ELEKTROMEDIKBesarEcho Cardiografi450.000
ELEKTROMEDIKBesarTreadmill450.000
ELEKTROMEDIKKhususIOM ( Intra Operative Monitoring)900.000
ELEKTROMEDIKKhususECT900.000